Prof. Apriana Toding Pimpin Riset Nasional, UKI Paulus Hadirkan Inovasi MIMO Relay untuk Sekolah 3T di Majene

banner 468x60

Online24, Makassar – Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Dosen UKI Paulus, Prof. Apriana Toding, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., dipercaya memimpin program riset kolaboratif nasional bertajuk Program Hilirisasi Riset Prioritas dan Strategis (SINERGI) Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut merupakan Skema Hilirisasi Riset Berbasis Transfer Teknologi Terintegrasi yang menargetkan luaran berupa naskah akademik dan teknologi tepat guna.

Riset ini mempertemukan UKI Paulus dengan Universitas Sulawesi Barat serta Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga sebagai mitra pelaksana.

Mengusung tema “Model Inovasi Sistem MIMO Relay dalam Menghadirkan Akses Teknologi untuk Proses Pembelajaran Transformasi Digital Interaktif Berbasis IoT di Wilayah 3T”, penelitian ini berfokus menghadirkan solusi jaringan nirkabel berbasis Multiple Input Multiple Output (MIMO) Relay yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT) guna mendukung pembelajaran digital interaktif di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Selain dipimpin Prof. Apriana Toding, tim riset juga melibatkan dosen lintas perguruan tinggi, yakni Matius Sau, S.T., M.T. dari UKI Paulus, serta Dr. Muhammad Aswad, S.Pd., M.Pd. dan Ayyub Yunus, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Sulawesi Barat.

Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pemerataan akses teknologi pendidikan.

Program tersebut resmi berjalan setelah tim dinyatakan lolos seleksi nasional dan menandatangani kontrak pelaksanaan pada 17 Juni 2026. Sebagai langkah awal implementasi, tim melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Majene pada 15–16 Juli 2026.

Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan observasi ke sejumlah sekolah dasar yang menjadi sasaran program, menyebarkan kuesioner kepada para pemangku kepentingan, serta melakukan wawancara mendalam dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Majene beserta empat kepala sekolah dasar.

Seluruh data yang diperoleh akan menjadi dasar dalam merancang sistem MIMO Relay berbasis IoT yang sesuai dengan kondisi infrastruktur telekomunikasi dan kebutuhan pembelajaran di sekolah-sekolah wilayah 3T.

Melalui program SINERGI, UKI Paulus berharap mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada hasil penelitian, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah dengan keterbatasan akses teknologi.

Pemanfaatan teknologi MIMO Relay dan IoT diharapkan membuka peluang pemerataan pembelajaran digital interaktif bagi sekolah-sekolah di wilayah 3T.

Keberhasilan UKI Paulus memimpin program strategis nasional ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendorong hilirisasi riset agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *