Aksi Maling Katalis Resahkan Warga Maros, Polisi Diminta Bergerak Kejar Pelaku

banner 468x60

Online24,Maros – Aksi pencurian knalpot katalis mobil kembali meresahkan warga di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Seorang warga di Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, menjadi korban pencurian untuk kedua kalinya dalam kurun waktu satu bulan.

Pelaku terekam jelas kamera pengawas (CCTV) saat mencuri knalpot katalis mobil Grand Max yang diparkir di depan rumah korban. Ironisnya, lokasi kejadian hanya berjarak sekitar 50 meter dari Kantor Desa Tenrigangkae.

Dalam rekaman CCTV, seorang pria mengenakan celana pendek hitam, hoodie berwarna biru, dan topi terlihat datang dari arah selatan. Pelaku sempat mengamati situasi sekitar sebelum memastikan kondisi sepi.

Setelah merasa aman, pelaku langsung berbaring di bawah mobil. Hanya dalam waktu singkat, pelaku berhasil melepas knalpot katalis, lalu berjalan kaki meninggalkan lokasi dengan santai.

Korban, Agung (32), mengatakan pencurian baru diketahui saat dirinya hendak berangkat bekerja sekitar pukul 07.00 Wita. Ia curiga setelah mendengar suara kendaraan berbeda dari biasanya.

“Begitu saya hidupkan mobil, suaranya tidak seperti biasa. Setelah dicek ternyata katalisnya sudah hilang. Ini sudah kedua kalinya saya menjadi korban,” kata Agung.

Karena pernah mengalami kejadian serupa, Agung memasang CCTV di rumahnya agar pelaku dapat terekam jika kembali beraksi.

“Setelah kejadian pertama saya langsung pasang CCTV. Ternyata benar, Jumat dini hari sekitar pukul 03.27 Wita pelaku datang seorang diri, melihat situasi sepi lalu masuk ke bawah mobil dan melepas katalis sebelum kabur,” ujarnya.

Menurut Agung, harga knalpot katalis mobil yang dicuri mencapai sekitar Rp15 juta, sehingga kerugian yang dialaminya cukup besar.

Agung mengaku telah dua kali melaporkan kasus tersebut ke polisi. Namun hingga kini pelaku yang wajahnya terekam jelas di CCTV belum berhasil diamankan.

Korban berharap polisi segera mengungkap kasus tersebut agar aksi pencurian knalpot katalis yang meresahkan warga tidak terus berulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *