Online24,Maros— Kodim 1422/Maros bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Kelurahan Bori Bellayya, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Bantuan tersebut diberikan menyusul kekeringan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah akibat musim kemarau dan fenomena El Nino.
Penyaluran air bersih dilakukan menggunakan mobil tangki. Air tersebut diperuntukkan bagi warga yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari akibat menipisnya sumber air di wilayah mereka.
Dandim 1422/Maros Letkol Arm Agung Yuhono mengatakan, TNI bersama pemerintah daerah terus bersinergi membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, distribusi air bersih merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air.
“Kita bersinergi bersama pemerintah dalam membantu masyarakat untuk pemenuhan air bersih yang saat ini sangat sulit didapatkan di tengah kemarau. Kita berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat,” kata Agung.
Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan kondisi kekeringan di wilayahnya semakin parah akibat fenomena El Nino.
Berdasarkan informasi BMKG, kata dia, belum terdapat tanda-tanda signifikan akan turunnya hujan dalam waktu dekat sehingga pemerintah khawatir dampak kekeringan semakin meluas.
Sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan di antaranya Kecamatan Bontoa, Lau, Maros Baru, Marusu, Turikale, Mandai dan Moncongloe. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap pasokan air baku untuk instalasi pengolahan air.
“IPA Patontongan tidak lagi berfungsi maksimal karena sumber air dari Bendung Lekopancing yang menjadi salah satu sumber pasokan semakin menipis,” ujar Chaidir.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemkab Maros kini mengandalkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki. Sedikitnya 14 mobil tangki disiagakan secara bergiliran, dengan dukungan pemerintah, PMI, organisasi kemasyarakatan, perbankan dan sejumlah pihak lainnya.
Selain distribusi air bersih, Pemkab Maros juga telah melakukan berbagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang, termasuk menggelar salat Istisqa dan mengimbau masyarakat serta pengurus masjid untuk melaksanakan salat meminta hujan.
Di tengah kondisi lahan yang semakin kering, pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun jerami sembarangan. Pemerintah bersama TNI dan Polri terus melakukan siaga di sejumlah wilayah rawan sembari menunggu hujan turun dan mengakhiri krisis air yang telah berlangsung cukup lama.








