Onlin24, Makassar – Pengelolaan pendidikan anak usia dini di Sekolah Islam Athirah Makassar menjadi salah satu rujukan Pemerintah Kota Tarakan, Kalimantan Utara, dalam memperkuat penerapan program Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI).
Hal tersebut terlihat dalam kunjungan Bunda PAUD sekaligus Ketua TP PKK Kota Tarakan, Sitti Rujiah Khairul, bersama rombongan ke TK Islam Athirah Makassar.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran praktik PAUD Holistik Integratif di Kota Makassar yang ditetapkan sebagai final project. Dalam kunjungan itu, rombongan tidak hanya mengamati proses pembelajaran, tetapi juga melihat secara langsung aktivitas peserta didik dan berinteraksi dengan para guru.

Salah satu fasilitas yang menarik perhatian rombongan adalah Baby House, layanan pengasuhan anak yang saat ini belum tersedia di Kota Tarakan.
Sitti Rujiah mengatakan, keberadaan Baby House di Athirah memberikan pengalaman baru bagi pihaknya dalam memahami konsep layanan anak usia dini yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga aspek pengasuhan.
“Kami dari Kota Tarakan menuju ke sini. Salah satu sekolah yang kami datangi adalah Yayasan Athirah. Di TK Islam Athirah Makassar ini cukup banyak pelajaran yang bisa kami ambil. Tidak hanya dari TK, ternyata di sini juga ada Baby House yang memang kami di Tarakan belum punya,” ujarnya.
Menurut Sitti Rujiah, Baby House di Athirah memiliki sejumlah tingkatan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak yang dititipkan oleh orang tua.

Model layanan tersebut menjadi salah satu praktik yang dipelajari rombongan untuk melihat kemungkinan pengembangan layanan serupa di Kota Tarakan.
“Alhamdulillah, di sini kami bisa mempelajari apa itu Baby House yang memang punya beberapa tingkatan untuk perawatan anak-anak yang dititipkan oleh orang tua. Jadi ini luar biasa,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Sekolah Athirah yang telah membuka ruang pembelajaran dan berbagi praktik pengelolaan pendidikan serta pengasuhan anak usia dini kepada Pemerintah Kota Tarakan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Athirah yang telah menerima kami. Kami bisa mempelajari banyak praktik baik dari Sekolah Athirah,” tuturnya.
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa implementasi PAUD Holistik Integratif tidak sebatas proses pembelajaran di dalam kelas. Konsep PAUD HI juga mencakup pemenuhan kebutuhan anak secara lebih menyeluruh, termasuk aspek pengasuhan dan dukungan terhadap tumbuh kembang anak.
Bagi Sekolah Islam Athirah, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk berbagi pengalaman sekaligus memperluas jejaring pengembangan pendidikan anak usia dini dengan pemerintah daerah dan satuan pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia.
Pertukaran praktik tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi Kota Tarakan dalam mengembangkan layanan PAUD yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan pendidikan, pengasuhan, dan tumbuh kembang anak.




