Pria Pembuat Pesawat di Pinrang Diapresiasi Pilot Senior

Online24jam, Pinrang, – Setelah heboh dan viral di Dunia Maya, Chaerul warga Pinrang, Sulawesi Selatan ini jadi bahan petbincangan setelah dirinya mampu merakit sekaligus menerbangkan pesawat rakitan jenis ultralight miliknya.

Bahkan ia mendapat pujian dan apresiasi dari seorang pilot senior di Indonesia, yakni Captain Pilot Abimanyu Prawoto. Menurut Abimanyu, pesawat jenis ultralight single seat 250cc buatan Chaerul ini, patut untuk mendapat apresiasi, sebab ini merupakan hasil karya anak bangsa.

“Kami rasa apa yang dilakukan oleh Chaerul, patut kita apresiasi, sebab ini merupakan hasil karya anak bangsa, bisa merakit pesawat bukan hal yang mudah, sebab membutuhkan keahlian khusus serta hitung-hitungan yang tepat, terlebih lagi jija bisa merakit sekaligus menerbangkan pesawat, itu sudah sangat luar biasa” kata Captain Abimanyu sebagaimana dikutip seratusnews.id.

Diketahui, Chaerul berhasil menerbangkan pesawat jenis ultralight di Pantai Ujung Tape, Kecamatan Mattiro Sompe, Pinrang, Sulawesi Selatan, belum lama ini. Untuk itu pilot senior itu menyarankan agar Chaerul lebih giat mempelajari lagi apa yang menjadi kekurangan pada karya perdananya itu.

“Jika saya lihat sepintas tadi, daya dorong pesawat buatan Chaerul ini powernya masih kurang, sehingga saat terbang itu tidak bisa terlalu tinggi. Selain itu, kecermatan dalam menghitung keseimbangan sayap juga harus dipelajari lebih lanjut,” jelas Abimanyu, yang juga merupakan pengajar di bidang kedirgantaraan ini.

Chaerul merakit pesawat terbang jenis ultralight itu, hanya dengan bermodalkan barang rongsokan yang banyak ditemui di bengkel miliknya. Chaerul yang memang sehari-harinya berprofesi sebagai montir ini, gemar memodifikasi motor.

Pria ini hanya sempat mengecap pendidikan kelas 3 Sekolah Dasar, mengaku terobsesi membuat pesawat terbang lantaran penasaran ingin naik pesawat.

“Saya belum pernah naik pesawat, makanya bikin sendiri,” kata dia.

Pesawat terbang jenis ultralight Chaerul ini terbuat dari barang bekas seperti roda gerobak pengangkut pasir, sedangkan sayap yang terbentang di atas pesawat terbuat dari parasut bekas yang biasa dijadikan penutup mobil. Adapun mesinnya, terbuat dari mesin motor Kawasaki Ninja RR 150 CC.

Ia mengaku merakit pesawat ini secara otodidak dan bermodalkan petunjuk dari aplikasi YouTube, pengerjaanya pun tergolong singkat, hanya sekira dua bulan lebih dengan dibantu 2 orang rekannya dan telah menghabiskan biaya sekira 8 juta rupiah untuk badan pesawat dan 15 juta rupiah untuk membeli mesin motor Ninja RR 150 cc.