Penembakan Anggota TNI di Kab Jeneponto, Kapolda Sulsel: Ada Hubungan Lama

Online24jam, Makassar, – Kasus penembakan terhadap salah seorang Anggota TNI AN.Serda Hasanuddin (KODIM 1425 Jeneponto) dan teman wanitanya Hasmawati mendapat perhatian dari Kapolda Sulsel, Irjend Pol. Mas Guntur Laupe.

Dalam keterangannya, dikatakan berlatar belakang teman lama, sebelum menikah mereka dikatakan punya hubungan.

“Sebelumnya mereka itu teman lama, pada saat ketemu sebelum kejadian itu, mungkin muncul kenangan lama.” ujar Mas Guntur.

Bahkan dari hasil pemeriksaan, pelaku Herman (47) yang merupakan anggota Ba Obvit Sabhara Polrestabes Makassar, juga mengakui kejadiannya seperti itu.

“Dari keterangan pelaku persis seperti saat kami korek. Begitu juga Istrinya yang jadi korban.” terangnya.

Sebagaimana diketahui, pada Kamis (14/05/2020) sekira pukul 22.00 WITA di BTN.Syeh Yusuf Kolakolasa Jln.Sungai Kelara/Morra Dg.Bilu Kel.Empoang Kec. Binamu Kab. Jeneponto telah terjadi penembakan salah satu Anggota TNI ( Kodim 1425 Jeneponto) yang dilakukan oleh Anggota Polrestabes Makassar di Kab.Jeneponto.

Karena dugaan perselingkuhan. Dimana pelaku Bripka Herman mengaku memergoki istrinya Hasniati (42) tertangkap tangan melakukan hubungan badan dengan salah satu oknum anggota TNI AD Serda Hasanuddin. Korban ditembak dengan menggunakan senjata api Polri Jenis Revolver.

Pelaku yang dikabarkan dari Makassar begitu mengetahui hubungan gelap tersebut, langsung menyusul ke Jeneponto dengan mengendarai mobil Toyota Avanza menuju kerumahnya Btn. Kolakolasa Kel. Empoang Kec. Binamu Kab. Jeneponto.

Setelah tiba dirumahnya terdapat kecurigaan karena lampu rumah tidak menyala dan terdapat sepeda motor trail yang tidak diketahui sebelumnya terparkir di halaman rumahnya. Sehingga pelaku dengan diam-diam masuk kedalam rumah dengan cara melompati pagar lalu masuk kerumah melalui pintu utama rumah yang tidak dalam keadaan terkunci, dan setibanya di dalam, pelaku langsung menuju kamar utama dan menemukan istrinya sementara berhubungan badan dengan layaknya suami istri.

Sehingga pelaku langsung melakukan penembakan. Bahkan Istrinya sempat berusaha merebut senjata api dari tangan pelaku. Tapi korban akhirnya tertembak sebanyak satu kali pada bagian paha dan luka lecet pada betis sebelah kanan sedangkan Serda Hasanuddin ditembak sebanyak tiga kali pada bagian lutut kanan dan lutut kiri serta bagian dada sebelah kanan, hingga meninggal dunia.

Kasus ini telah ditangani oleh pihak Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel dan Propam. Sementara istrinya masih menjalani perawatan medis.