Koalisi Perempuan Dilarang Melakukan Kampanye dan Menjadi Tim Sukses dari Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Makassar

Koalisi perempuan Makassar

Online24jam, Makassar, – Sekretaris Koalisi Perempuan Indonesia Wilayah Sulsel, Marselina May dengan tegas menyerukan, anggota Koalisi Perempuan dilarang melakukan kampanye dan menjadi tim sukses dari calon walikota dan calon wakil Walikota Makassar, “Sebagai lembaga independen, tentu semua anggota sudah menyepakati tentang netralitas. Dalam pelaksanaan pilwali ini, anggota koalisi wajib tidak melibatkan diri dalam politik praktis, ” Jelasnya dalam Sosialisasi pengawasan partisipatif dalam rangka pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar 2020 yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kota Makassar bersama Koalisi Perempuan Indonesia cabang kota Makassar di hotel Best Western, Sabtu (15/8/2020).

Hal senada juga dikemukakan Aktivis Perempuan, Lusia Palulungan SH. Dia menjelaskan anggota Koalisi Perempuan Wajib bersikap netral dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis, untuk itu seluruh anggota koalisi perempuan wajib mempedomani sikap netralitas.

Mengenai jika adanya pelanggaran yang ditemui dalam pilwali ini, Lusia menganjurkan untuk melaporkan kepada pengawas pemilu, “Apalagi jika ada yang mengintimidasi orang untuk memilih pasangan atau calon tertentu, silahkan untuk dilaporkan dengan bukti-bukti yang dimiliki.”

Dalam Sosialisasi tersebut hadir juga Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Tenri A Palallo. Pihaknya berharap anggota koalisi perempuan berperan aktif menjadi pengawas pilwali Makassar. “Jika nantinya ditemui ada PNS yang tidak netral, silahkan untuk melaporkan bersama bukti, jika perlu videokan.”

Menurutnya, posisi PNS dalam undang-undang sudah sangat jelas, yakni mengambil posisi netral. Meski juga memiliki hak demokrasi untuk memilih siapa yang berhak menjadi pemimpin. Namun, secara spesifik setiap PNS dibatasi untuk terlibat secara langsung dalam memenangkan calon tertentu.

Tenri A. Palallo mengajak untuk melakukan bersama tolak politik uang. Gerakan perempuan tolak politik uang diharapkan bisa menjadi gerakan sosial atau gerakan moral sehingga bisa meminimalisir politik uang.

“Pemilih perempuan banyak yang masih permisif terhadap politik uang, artinya perempuan membuka diri, siapa yang datang membawa uang diterima. Oleh karena itu pentingnya kehadiran aktivis perempuan untuk melakukan gerakan bersama tolak politik uang.”

Sri Wahyuningsih, SH selaku Kordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Makassar mengatakan, perempuan mempunyai peran penting dalam menyukseskan Pemilu. “Sebagai pemilih, perempuan menjadi penggerak sosial, juga
perempuan bisa menjadi bagian penting yang menentukan kualitas keterpilihan calon walikota maupun wakil walikota Makassar yang bisa mewakili kepentingan perempuan yang nantinya berjuang untuk kepentingan perempuan yaitu keadilan dan kesetaraan,” pungkasnya.