Pemuda Maros Sukses Kembangkan Ayam Hias Impor dari Kandang Rumahan

Nasional, News56 Views
banner 468x60

Online24,Maros – Berawal dari rasa penasaran setelah melihat unggahan di media sosial, seorang pemuda di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sukses mengubah hobinya memelihara ayam hias menjadi usaha yang menghasilkan jutaan rupiah setiap bulan.

 

Pemuda tersebut adalah Ersa Sahar Reza, warga Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Sejak 2018 lalu, ia mulai memelihara ayam hias impor jenis American Silki dan ayam batik hanya untuk menyalurkan hobi.

 

Saat itu, Ersa membeli sepasang anakan ayam hias untuk dipelihara di rumah. Namun, unggahan foto dan video ayam peliharaannya di media sosial justru menarik perhatian banyak orang.

 

“Awalnya hanya iseng memelihara karena tertarik melihat bentuk dan bulunya yang unik. Ternyata banyak yang bertanya dan ingin membeli,” ujarnya pada Minggu, 21 Juli 2026.

 

Melihat peluang tersebut, Ersa kemudian mulai menambah jumlah indukan dan mengembangkan usaha budidaya ayam hias secara serius.

 

Kini, kandangnya dihuni puluhan ekor ayam hias dengan berbagai warna dan corak. Salah satu yang paling diminati pembeli adalah American Silki, ayam hias asal luar negeri yang memiliki bulu lembut menyerupai kucing anggora.

 

Selain menjual langsung kepada pembeli, Ersa juga memasarkan ayam hiasnya melalui media sosial dan mengikuti berbagai pameran hewan hias.

 

Harga jual anakan American Silki usia satu hingga dua minggu berkisar antara Rp 75 ribu hingga Rp 200 ribu per ekor, tergantung kualitas. Sementara untuk indukan, harganya mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per pasangan.

 

Sedangkan ayam batik dijual dengan harga lebih terjangkau, yakni Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per ekor.

 

Menurut Ersa, perawatan ayam hias tergolong mudah. Selain pemberian pakan pelet dan vitamin secara rutin, ayam juga perlu dimandikan agar kebersihan serta kualitas bulunya tetap terjaga.

 

Berkat ketekunannya mengembangkan usaha tersebut, Ersa kini mampu meraup omzet mendekati Rp 5 juta setiap bulan. Pendapatan itu turut membantu memenuhi kebutuhan kuliah dan menunjang perekonomiannya.

 

Salah seorang pembeli Bakri mengaku tertarik membeli ayam American Silki setelah melihat unggahannya di media sosial.

 

“Selain karena bentuknya yang unik dan menggemaskan, harga yang ditawarkan juga masih terjangkau, makanya saya ambil anakannya sepasang,” Terangnya.

 

Di tengah meningkatnya tren memelihara hewan hias, budidaya ayam impor seperti American Silki dan ayam batik dinilai memiliki prospek yang menjanjikan.

 

Selain menjadi hobi, usaha ini juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi kalangan anak muda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *