CSIS Merilis Grab Mampu Pulihkan Perekonomian ditengah Pandemi

Grab Indonesia #Terususaha

Online24jam, Makassar, – Usai peluncuran program #TerusUsaha di Sulawesi Selatan, Perusahaan transportasi Online Grab merupakan solusi untuk mempercepat proses digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sejalan dengan inisiatif #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah. Program ini mencakup berbagai solusi digitalisasi termasuk pemberian iklan gratis bagi ribuan UMKM, aplikasi untuk digitalisasi bisnis dan individu yang kehilangan pekerjaan melalui aplikasi GrabMerchant dan GrabKios, juga sebuah portal khusus bagi UMKM agar bisa belajar dan mencari inspirasi. Di Sulawesi Selatan, Grab juga kini memulai kerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan Kota Makassar untuk mendorong lebih banyak usahawan tradisional masuk dalam digitalisasi, juga mendukung pemulihan sektor pariwisata.

Kualitas Hidup & Inklusi Keuangan UMKM Makassar Meningkat Signifikan
Tahun lalu, Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics telah merilis sebuah studi di tahun 2019 yang menunjukkan kontribusi ekonomi pekerja lepas dan UMKM melalui platform digital Grab yang mencapai Rp4,2 triliun di Sulawesi Selatan. Hari ini, studi lain yang dilakukan di bulan Januari 2020 di Kota Makassar dirilis dan menemukan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab, serta meningkatkan kualitas hidup mitra sebesar 19%.

Membuka Akses Perbankan & Investasi Bagi Mitra Pengemudi Makassar. Lebih penting lagi, kesempatan pemasukan yang ditawarkan Grab telah memungkinkan lebih banyak mitra untuk menabung secara rutin. 83% mitra pengemudi GrabBike dan 71% mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp1 juta hingga Rp1,9 juta. Sebagai tambahan, 63% dari mitra pengemudi GrabBike dan 85% mitra pengemudi GrabCar mengatakan bahwa mereka dapat meminjam uang dengan lebih mudah setelah bergabung dengan Grab karena penyedia jasa keuangan lebih memercayai mereka. Hal ini memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pinjaman agar dapat mengembangkan bisnisnya atau berinvestasi pada motor atau mobil baru.

Teknologi Membuka Kesempatan Usaha Mitra Merchant dan Agen di Makassar. Riset tersebut menjelaskan 17% mitra merchant GrabFood di kota Makassar terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya GrabFood dan 23% mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya. Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka. 18% mitra merchant GrabFood di Makassar menambah hingga 2 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

Peningkatan Pendapatan & Pemasukan Mitra Pengemudi, Merchant dan Agen Makassar. Mitra merchant GrabFood Makassar yang disurvei melihat peningkatan pendapatan hingga 26% menjadi Rp50,6 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Makassar meningkat 25% menjadi Rp8 juta per bulan sejak bergabung. Sebanyak 43% mitra merchant GrabFood Makassar juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya. Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di Kota Makassar dengan peningkatan pendapatan hingga 144% menjadi Rp8 juta per bulan dan 194% menjadi Rp5,7 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab. Peningkatan ini membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman. Sejumlah 4% mitra pengemudi GrabBike dan 14% mitra pengemudi GrabCar di Kota Makassar baru membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab.

Dr. Yose Rizal Damuri, Kepala Departemen Ekonomi, CSIS, mengungkapkan bahwa sektor gig economy mempunyai peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi. “Dari hasil riset, terlihat adanya manfaat di berbagai aspek yang langsung dirasakan oleh sektor gig economy. Kami pun percaya bahwa platform seperti Grab mampu mendukung menuju pemulihan ekonomi yang sempat diterpa oleh pandemi. Tahun lalu kita sudah lihat bagaimana gig economy yang didukung oleh teknologi Grab memberikan dampak bagi ketahanan ekonomi Sulawesi Selatan. Saat masyarakat sudah lebih banyak memanfaatkan teknologi dan bertransformasi digital, tentu akan membangun siklus dan ekosistem yang sangat baik,” jelasnya.

Famenuziah Yusuf (25) salah satu pelaku UMKM Digital di Sulawesi Selatan

Kisah UMKM Digital di Sulawesi Selatan: Berawal Niat Kasih Hadiah, Menjadi Sebuah Berkah
Kisah Famenuziah Yusuf (25) salah satu pelaku UMKM Digital di Sulawesi Selatan mengatakan tidak pernah terpikir kalau dia akan menggantungkan hidupnya melalui usaha jasa pembuatan buket. Usaha yang diberi nama Roomfay ini dimulai sejak 2016 saat dia masih berkuliah dan ingin memberikan buket kepada temannya yang akan wisuda. “Karena tahu harga buket mahal, akhirnya saya membuat sendiri untuk dikasih ke teman saya. Terinspirasi dan melihat peluang bisnis dari situ, saya belajar sendiri membuat buket dengan berbagai bentuk menggunakan bahan yang unik seperti kain, balok, dan snack. Awal dapat pesanan, saya merasa kerepotan karena harus mengantar sendiri. Ketika tahu ada layanan GrabExpress di Makassar saya coba menggunakannya dan merasa sangat terbantu karena tinggal pesan dan bisa kirim hingga ke 5 alamat dalam waktu yang sama. Selain itu, enaknya menggunakan layanan GrabExpress karena jika ada pesanan buket yang besar, saya bisa pilih GrabExpress Car agar buketnya tidak rusak sampai di tangan pembeli. Selama pandemi, saya lebih memanfaatkan teknologi salah satunya melalui sosial media. Dari bisnis ini, selain bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya juga jadi bisa menabung,” kisahnya.