DPRD Makassar Dukung Gubernur NA Mencari Guru untuk Wilayah Kepulauan

Online24jam, Makassar, – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah berencana melokalisasi guru yang berasal dari pulau guna memeratakan pendidikan di Wilayah Sulsel. Pemerataan tersebut dengan mengangkat sejumlah tenaga pengajar hingga kepala sekolah dari wilayah kepulauan.

“Guru-guru, ini mungkin tugasnya disdik nanti, kita akan rekrut guru dari pulau. Jangan dari sini (wilayah kota) kirim ke sana (pulau). Jadi yang dari pulau kita coba didik mereka, upaya mereka kembalinya daerahnya masing-masing,” ungkap Nurdin Abdullah.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar Abd Wahab Tahir menyatakan dukungannya terhadap wacana tersebut. Dewan bahkan mengusulkan penambahan hingga 50 guru honorer yang berdomisili di Kepulauan Makassar.

“Itu butuh penambahan, idealnya sebenarnya satu kelas satu orang, yah paling tidak 50 orang tenaga honorer, itupun dibagi rata-rata sekolah ada yang dapat tidak sampai 10,” kata Wahab.

Menurutnya cukup banyak masyarakat di wilayah kepulauan yang potensial untuk diberdayakan menjadi guru, dirinya merasa rencana gubernur untuk merombak guru di wilayah kepulauan merupakan keputusan yang tepat guna efektifitas pembelajaran.

“Sebagai wakil rakyat dari dapil kepulauan, sebaiknya memang putra-putri daerah yang diberdayakan, banyak loh yang lepasan sekolah kejuruan yang bisa dijadikan guru honorer, itulah dimanfaatkan ilmunya kemudian dijadikan tenaga honor,” kata Ketua Fraksi Golkar tersebut.

Lebih lanjut menurut Wahab lokalisasi guru utamanya untuk wilayah kepulauan semestinya sudah harus dilakukan, beberapa guru utamanya dari daerah luar cenderung dianggap tidak bisa menetap sehingga opsi paling tepat adalah memberdayakan masyarakat sekitar.

“Kalau diambilnya dari daratan utama, percaya saja mereka pasti tidak betah di pulau, jadi berdayakan potensi asli anak-anak pulau,” katanya.

Dikatakan Wahab kebutuhan guru tiap tahunnya bertambah jika melihat volume murid hingga guru yang pensiun. Wahab mengaku siap mendukung upaya ini utamanya untuk Kecamatan Sangkarrang sendiri.

“Jadi silahkan saja berapa kuota dibutuhkan, kita punya data kok, dan andaikan pak Gub membutuhkan itu kami bersedia bantu untuk cari anak-anak yang berpotensi menjadi guru honorer di kepulauan,” katanya.