AIPJ2 dan Jejaring Organisasi Penyandang Disabilitas di Sulawesi Selatan Dorong Terbentuknya Media Inklusif

Cuplikan pemaparan “COVID-19 di Indonesia: Kerentanan Jamak dan Beberapa Peluang” oleh Sudirman Nasir, PhD, Anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI)

Online24jam, Makassar, – Media memainkan peran yang strategis dalam mengedukasi dan meningkatkan kesadaran publik dalam berbagai isu penting dan tantangan. Liputan media inklusif menjadi penting di tengah masa pandemi, di mana kelompok rentan cenderung terpinggirkan dan tidak diikutsertakan dalam respon cepat tanggap. Media yang terinformasi, yang mampu meliput isu sensitif secara berimbang dan mendorong pemberdayaan, akan mendukung diskusi kebijakan dan mempromosikan perilaku yang tidak diskriminatif.

Demikian pesan dalam seminar online “Menuju Media Inklusif”, yang diselenggarakan pada 13 Oktober 2020 bersama jejaring organisasi penyandang disabilitas di Sulawesi Selatan, yang didukung oleh Pemerintah Australia melalui program Australia Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2).

Turut berpartisipasi sebagai narasumber adalah Ketua Umum Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK), Ishak Salim, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Sulsel, Maria Un, Pemimpin Redaksi Radar Selatan, Sunarti Sain, dan anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Sudirman Nasir. Seminar ini juga melibatkan redaktur Solider.id dan staf media Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB), Ajiwan Arief Hendradi, untuk berbagi pengalaman dalam membina relasi dengan media sebagai elemen penting penyelenggaraan Temu Inklusi di Yogyakarta pada 2018. Ajiwan juga menceritakan langkah kolaborasi bersama media untuk menyuarakan perjuangan komunitas difabel dalam memperoleh akses layanan peradilan.

Dalam sambutannya, PJ Walikota Rudy Djamaluddin menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif seminar yang sekaligus menjadi pengantar bagi kegiatan lokakarya jurnalis di Sulawesi Selatan hingga 14 Oktober 2020.

“Di tengah berbagai tantangan ekonomi, sosial dan juga keadilan akibat pandemi, kolaborasi erat antara komunitas difabel dengan pemerintah dan media menjadi semakin penting. Seminar ini mengingatkan kita bahwa kekuatan media dalam menyajikan informasi secara cepat, perlu diimbangi dengan verifikasi data untuk mendorong diskusi kebijakan. Liputan yang inklusif juga mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peka dan non-diskriminatif serta menghargai hak-hak difabel dalam interaksi sehari-hari,” ujarnya dalam pembukaan acara.

Turut hadir dalam seminar Konsul Jenderal Australia di Makassar, Bronwyn Robbins, yang menghargai langkah-langkah Pemerintah Sulawesi Selatan dan jejaring organisasi penyandang disabilitas untuk terus menggaungkan hak-hak difabel dengan menjangkau publik melalui peran media.

“Pemerintah Australia percaya bahwa pembangunan yang inklusif akan melibatkan difabel sebagai penerima manfaat, pelaku utama, serta agen perubahan. Media yang memiliki pemahaman dan menerapkan perspektif inklusif akan membantu setiap langkah pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi hambatan dan merumuskan kebijakan secara partisipatif, tak terkecuali di masa pandemi.”

Kegiatan seminar dan lokakarya ini akan diakhiri dengan rencana liputan strategis oleh para peserta jurnalis untuk mendukung Temu Inklusi 2020, acara dua-tahunan yang diselenggarakan oleh jejaring organisasi penyandang disabilitas di Indonesia.