Hasil Riview BKKBN, Prediksi Putus KB akan Memicu Tingkat Kelahiran

Online24jam, Makassar, – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulsel melaporkan terjadi tren penurunan angka melahirkan remaja selama pandemi COVID-19, di Sulsel.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel Andi Ritamariani
saat menggelar Review Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Hotel Mercury (22/10/2020).

Andi Ritamariani mengatakan, tren di Sulsel angka pernikahan dini masih sangat tinggi. Akan tetapi angka kelahiran remaja menurun.

“Sulsel itu angka usia kawin muda atau anak itu tinggi sekali. Tetapi dari hasil statistik rutin (angka melahirkan usia remaja menurun) itu sangat baik,” ujarnya.

Untuk capaian angka kelahiran total SKABnya ini ditargetkan 2,13 dari capaian 2,4.

Meski demikian tetap menjadi perhatian khusus dikarenakan jumlah putus KB juga makin tinggi dikarenakan adanya Pandemi saat ini.

Deputi Pengendalian Penduduk, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Dwi Listyawardani, mengatakan, akibat pandemi Covid-19 itu, pihaknya pun memprediksi akan terjadi penambahan angka kelahiran di seluruh Indonesia sekitar 10 persen.

“Nah, karena adanya putus pakai KB dan lain-lain, kita memprediksi ada tambahan kurang lebih 400 ribu. Artinya ada tambahan 10 persen dari yang biasanya,” ujarnya.

“Jadi kegiatan review ini kita membandingkan target dengan realisasi. Memang kondisinya karena Covid, di tingkat nasional pun ada istilahnya penurunan kinerja pelayanan,” kata Dwi Listyawardani.

Prediksi itu kata dia berdasarkan rumus proyeksi yang telah ditetapkan ketika terjadi fenomena putus pakai KB khususnya di masa pandemi.

“Olehnya itu kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Banggakencana triwulan III Tahun 2020.” pungkasnya.