Penjelasan Sekretaris KORPRI Bungkam “Aktor” Penuding Danny Soal Uang Muka Perumahan

Calon Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto

ONLINE24, MAKASSAR – Prediksi rentetan tuduhan kepada pasangan M Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) hingga jelang pencoblosan Pilkada Makassar, memang benar adanya.

Itu kembali ditandai dengan fitnah rekaman video beberapa aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Makassar yang diduga diarahkan pihak tertentu untuk menyudutkan Danny Pomanto. Mantan wali kota Makassar tersebut diminta mengembalikan uang muka sebagai tanda jadi untuk memiliki rumah bersubsidi di Perumahan Korpri, Kabupaten Maros. Padahal nyatanya itu tidak ada sama sekali kaitan dengan Danny.

Sekretaris Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Makassar, Hasanuddin, menegaskan bahwa pembangunan perumahan bersubsidi itu tidak ada kaitannya dengan Danny Pomanto.

“Sebenarnya itu adalah murni program Korpri dan difasilitasi oleh Pemkot Makassar. Tidak ada hubungannya dengan Danny Pomanto,” kata Hasanuddin kepada awak media, Senin (16/11/2020).

Sikap sejumlah ASN itu dinilai sarat politik karena menyerang pribadi calon terkuat pada pilkada Makassar. Terlebih lagi terjadi pada momentum politik.

Hasanuddin mengatakan, bukan ranah Danny Pomanto saat menjabat Wali Kota Makassar periode 2014-2019 untuk terjun langsung, apalagi menyentuh uang muka Rp5 juta hingga Rp20 juta terkait program tersebut.

Diketahui, program rumah subsidi itu sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat khususnya bagi pegawai negeri sipil (PNS) sesuai instruksi pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) kala itu.

Saat itu perumahan tersebut diberi nama Perumahan Korpri yang diperuntukkan bagi PNS atau ASN di lingkungan Pemkot Makassar dan Kabupaten Maros. (*)