Wali Kota Makassar: Isolasi Apung Terpadu KM Umsini Berhasil Turunkan Angka BOR COVID-19

Wali Kota Makassar Danny Pomanto
dprd-makassar

Online24, Makassar – Program Isolasi Apung Terpadu (Isoter) di KM Umsini dinilai Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto berhasil menurunkan angka Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit, di masa pandemi COVID-19.

Menurut wali kota yang akrab disapa Danny ini, pihaknya meluncurkan program Isoter di KM Umsini bekerja sama Kementerian Perhubungan dan PT Pelni di saat terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dan angka BOR di Makassar.

“Penurunan jumlah kasus terkonfirmasi dan angka BOR ini tandanya program Isoter ini berhasil, karena Isoter ini hadir saat kasus terkonfirmasi sedang tinggi-tingginya, dulu tiap hari tambahan kasus sekitar 700 orang, sekarang sudah sekitar 50 orang, angka BOR juga sekarang sisa 14 persen,” ungkap Danny dalam keterangannya, Minggu (12/9/21).

Danny juga menyebutkan, angka keterisian tempat tidur di KM Umsini juga tersisa sekitar 2,5 persen, yakni sebelumnya jumlah peserta di atas 100 orang menurun menjadi sekitar 20 orang, sehingga pihaknya berkeinginan untuk melakukan evaluasi dan menyetop program Isoter di KM Umsini, karena dinilai pelaksanaan isoter di kapal milik PT Pelni tidak efektif lagi untuk dilanjutkan, sesuai dengan perencanaan sebelumnya.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat, terkhusus Kemenhub, dan PT Pelni atas kesuksesan Isoter ini,” ujar Danny.

Danny menambahkan, rencananya setelah program Isoter ini tuntas, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Sulawesi Selatan untuk menampung peserta isolasi pasien terkonfirmasi tak bergejala (asimptomatik), yang juga menyiapkan tempat khusus untuk isolasi pasien COVID-19 di Asrama Haji Sudiang.

“Saya akan laporkan ke bapak gubernur untuk digabungkan peserta isolasi ke fasilitas Pemprov, Pemkot Makassar tidak usah bikin lagi, karena kebetulan kita bikin duluan, seandainya Pemprov sudah bikin duluan, kita akan ikut Pemprov,” pungkas Danny.

Pemkot Makassar