Nasabah BRI Maros Gelar Unjuk Rasa Tuntut Ganti Rugi, Uang di Rekening Raib Tanpa Sepengetahuan

Online24,Maros – Sejumlah Nasabah menggelar unjuk rasa di halaman kantor BRI Cabang, di jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, pada Kamis (17/11/2021) siang tadi.

Selain berorasi menuntut ganti rugi, massa aksi juga meminta pertanggungjawaban kepala kantor cabang BRI Maros.

Adu mulut pengunjuk rasa dengan pihak bank pun sempat terjadi, saat massa aksi mencoba masuk ke ruangan kepala kantor cabang BRI Maros, yang saat tidak berada di lokasi.

Dalam unjuk rasa ini, massa aksi menuntut pertemuan dengan kepala kantor, untuk menagih uang ganti rugi sebesar Rp. 800 juta rupiah. Lantaran uang hasil penjualan tanah di rekening mereka raib tanpa sepengetahuan.

“Jumlah kerugian Rp. 800 juta total 5 orang, masing bervariasi. Uang di simpan di bank sejak tanggal 4 februari 2020. Di tahu uang tidak ada saat kami diserahkan buku rekening uang sudah keluar,” Kata salah satu nasabah, Markus Sandapan.

Apribadi, salah seorang anak korban lebih lanjut menjelaskan, jika kerugian sejumlah nasabah ini sendiri bermula, saat ayahnya (Markus Sandapan) bersama 4 orang saudaranya menjual sebidang tanah di wilayah Maccopa, Maros.

Dimana saat itu, pihak pembeli lahan meminta fasilitas kredit dari bank BRI Maros. Begitu hendak dilakukan pencairan, para pemilik lahan diminta untuk membuat buku tabungan.

“Itu di tanggal 31 Januari 2020, tapi tidak diserahkan ke bapak Markus Sandapan bersaudara. Pada saat tanggal 4 februari 2020 cair, baru di kasi buku tabungannya, ternyata sudah kepotong semua,” terangnya.

Lebih lanjut Apribadi merincikan, jika saat itu ayahnya Markus Sandapan menerima uang dari sebelumnya Rp 1,4 Miliar terpotong menjadi Rp 1,1 miliar, sementara 4 orang nasabah lainnya seharusnya masing-masing menerima Rp 300 juta namun terpotong Rp 200 juta.

“Kalau pak Markus ini dari Rp 1,4 M ke potong jadi Rp 1,1 M. Kalau adik-adiknya 4 orang itu masuk Rp 300 juta kepotong Rp 200 juta,” keluhnya.

Melalui kuasa hukum para korban, Andi Azis Maskur menjelaskan, jika 1 tahun sebelumnya korban sempat mengadu ke pihak bank untuk dilakukan pengembalian uang namun tidak kunjung terealisasi.

Hingga akhirnya korban melaporkan kejadian ini ke Polda Sulsel. Upaya mediasi kedua belah pihak pun sempat dilakukan dimana saat itu pihak bank bersedia melakukan pengembalian uang nasabah.

“Pertemuan 12 September 2022 di aula BRI lantai 2 dihadiri oleh penyidik dan kanitnya serta pihak BRI dihadiri oleh legalnya, kalau pembicaraan pihak BRI bersedia mengembalikan dana client kami sebesar Rp 800 juta paling lama 1 bulan, 1 Minggu sebelum jatuh tempo sebulan janjinya saya tagih lewat telpon, lewat chat, itu tidak di gubris. Jadi saya menduga bahwa pihak BRI sengaja memperlambat menunda-nunda proses hukum yang sementara berjalan di Polda Sulsel,” bebernya.

Azis Maskur juga menjelaskan, jika pada pertemuan sebelumnya dengan pihak bank, iya sempat mengkonfirmasi perihal adanya pencairan uang tanpa sepengetahuan nasabah. Dimana diduga ada orang lain yang menerima uang dengan izin clientnya.

“Jadi bermacam-macam, ada dia menyampaikan diduga ada orang lain yang menerima dengan izin client kami, padahal client kami tidak pernah menandatangani form penarikan,” ucapnya.

Selain itu lanjut dia, buku tabungan yang diserahkan pada clientnya melalui teller di endapkan. Dimana buku tabungan terbit pada tanggal 1 disertai masuk dan keluarnya dana nasabah. Sementara buku tabungan baru diserahkan beberapa hari berikutnya.

“Yang paling miris disini adalah buku tabungan yang diserahkan ke client kami itu melalui teller itu diendapkan, jadi buku tabungan terbit tanggal 1, masuk dananya client kami tanggal 1 juga keluar dana. Itulah yang menjadi kerugian Rp 800 juta, nanti di tanggal 4 baru di serahkan buku. Jadi siapa yang mengambil, tidak mungkin client kami, dalam penguasaan BRI tanggal 1-4 ini buku tabungan. Di tanggal 1 sudah ada yang keluar dana client kami, siapa yang mengambil sedangkan nomor rekening client kami belum tahu, tidak ada konfirmasi,” tutupnya.

*

Pemkot Makassar