PMI Salurkan Bantuan 10 Tangki Air ke Korban Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera Barat

Berita265 Views
banner 468x60

Online24, Sumbar – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK), meninjau langsung lokasi banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa, 14 Mei 2024. JK yang didampingi istrinya, Mufidah Jusuf Kalla, sekaligus menyalurkan bantuan mobil tangki air bersih.

“Hari ini kami (PMI) membawa bantuan 10 tangki air untuk memenuhi air bersih bagi korban. ke 10 tangki itu tersebar ke sejumlah wilayah,” kata JK kepada wartawan di sela-sela kunjungannya.

Pada kesempatan tersebut, JK memastikan kesiapan relawan PMI dalam membantu penanganan dalam setiap bencana. PMI, kata JK, memang organisasi yang bekerja dalam kondisi kedaruratan.

Selain itu, PMI juga menyanggupi untuk memenuhi kebutuhan darah. ” PMI bekerja secara nasional. Jika suatu lokasi kurang, maka relawan dari lokasi lain bisa didatangkan. Kemudian jika Sumatera Barat kurang bisa didatangkan dari provinsi lain seperti Riau dan lainnya,” sebut Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 tersebut.

Jk menambahkan, PMI menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dari korban bencana tersebut. Seperti air bersih, kebutuhan perlengkapan perempuan dan anak, alat dan kebutuhan kesehatan serta makanan. Tak hanya itu, PMI bahkan siap bekerja di lokasi bencana hingga berbulan-bulan.

“PMI itu sampai pada rekonstruksi dan rehabilitasi serta sanitasi. Bahkan PMI juga siap membantu dalam membuat sistem sanitasi,” tegas JK lagi.

Ditanya soal Huntara, JK menegaskan belum terlalu dibutuhkan. Pasalnya, PMI akan lebih memprioritaskan rehabilitasi terhadap rumah-rumah warga.

Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada Sabtu, 11 Mei 2024, akhir pekan lalu. Sejumlah daerah diketahui terkena dampak paling parah, yakni Kabupaten Agam, abupaten Tanah Datar, Kabupaten Tanah Panjang dan Kabupaten Padang Pariaman.

akibat bencana ini, 44 orang dinyatakan meninggal dunia dan ratusan warga lainnya terpaksa mengungsi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *