Online24jam,Makassar, – Upaya peningkatan kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026, di Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Jumantik dalam Pengendalian Populasi Nyamuk Aedes aegypti melalui Pemasangan Larvitrap dan Pemanfaatan Insektisida Alami di Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini.”
Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya kader jumantik dan ibu rumah tangga, dalam upaya pengendalian nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Selain itu, kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar sebagai alternatif pengendalian nyamuk yang aman dan ramah lingkungan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh Tim Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar, yakni Nur Haidah, SKM., M.Kes., Juherah, SKM., M.Kes., dan Sulasmi, SKM., M.Kes.
Dalam pelaksanaannya, tim memberikan edukasi melalui metode penyuluhan, diskusi interaktif, serta demonstrasi langsung terkait pemasangan larvitrap dan pembuatan mat elektrik berbahan bubuk temu kunci. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan insektisida alami dari daun sereh dan temu kunci sebagai salah satu upaya pengendalian nyamuk secara sederhana, aman, dan ekonomis.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat, khususnya kader jumantik dan ibu rumah tangga, agar mampu berperan aktif dalam pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti di lingkungan rumah masing-masing. Melalui pemanfaatan larvitrap dan insektisida alami, masyarakat dapat menerapkan cara yang sederhana, aman, dan ramah lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD),” ujar Nur Haidah, SKM., M.Kes.
Nur Haidah juga menjelaskan bahwa seluruh metode yang diperkenalkan kepada masyarakat telah melalui kajian ilmiah dan pengembangan akademik di lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar.
“Pemasangan larvitrap diharapkan dapat membantu menekan perkembangan jentik nyamuk di lingkungan rumah tangga. Selain itu, pemanfaatan bahan alami seperti daun sereh dan temu kunci sebagai insektisida alternatif menjadi salah satu upaya pengendalian vektor yang lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang terlihat dari tingginya antusiasme peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Para peserta aktif bertanya, berdiskusi, serta terlibat langsung dalam praktik pemasangan larvitrap dan pemanfaatan insektisida alami.
Turut hadir Lurah Banta-Bantaeng, Anselmus Watratan, S.M., yang memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian seperti ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengendalian vektor penyakit dan menjaga kesehatan lingkungan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian juga menyerahkan alat dan bahan kepada masyarakat untuk digunakan dalam penerapan metode yang telah diajarkan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin berdaya dalam menjaga kesehatan lingkungan dan keluarga, serta mampu menerapkan solusi sederhana, ekonomis, dan berbasis potensi lokal dalam upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).















