King Cobra Berkeliaran di Permukiman Maros, Tim Rescue Damkar Turun Tangan

Nasional, News92 Views
banner 468x60

Online24,Maros- King Cobra sepanjang 3,5 meter menghebohkan warga Desa Damai, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ular berbisa mematikan itu kerap terlihat berkeliaran di sekitar permukiman hingga membuat warga merasa resah dan ketakutan.

Karena khawatir membahayakan keselamatan warga, masyarakat kemudian melaporkan kemunculan ular tersebut kepada Tim Animal Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Maros.

Humas Damkar Maros, M.Ilham Halim Syah, mengatakan laporan diterima petugas sekitar pukul 09.20 Wita. Tim rescue yang beranggotakan empat personel kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Ular ini sudah beberapa kali terlihat warga. Terakhir terlihat berada di celah batu fondasi rumah sehingga warga merasa ketakutan dan meminta bantuan evakuasi,” ujar Ilham, Selasa (9/6/2026).

Proses penangkapan berlangsung cukup dramatis. Saat hendak diamankan, ular jenis King Cobra tersebut masuk ke celah batu yang diduga menjadi tempat persembunyiannya.

Petugas terpaksa menggunakan alat grab untuk mengeluarkan ular dari lubang. Namun setelah keluar, ular justru bergerak agresif dan berusaha melarikan diri.

“Ketika keluar dari lubang tidak bisa langsung ditangkap karena ularnya lari. Jenis King Cobra ini memang cukup agresif, bahkan sempat bergerak ke arah jalan,” katanya.

Setelah proses evakuasi selama sekitar 20 hingga 30 menit, ular sepanjang kurang lebih 3,5 meter itu akhirnya berhasil diamankan oleh petugas.

Selanjutnya, ular tersebut dibawa ke kantor Damkar Maros sebelum diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Selatan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Ilham menambahkan, sepanjang Januari hingga Juni 2026 pihaknya telah menangani 279 kegiatan penyelamatan dan evakuasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 122 merupakan evakuasi ular.

“Untuk jenis King Cobra sendiri sudah ada enam ekor yang berhasil dievakuasi sepanjang tahun ini. Sebagian besar ditemukan di wilayah Tanralili, kemudian ada juga di Bantimurung dan Mandai,” ungkapnya.

Selain ular, Damkar Maros juga menangani berbagai operasi penyelamatan lainnya seperti evakuasi biawak, sarang tawon, hewan ternak, hingga human rescue seperti pelepasan cincin, pengambilan kunci yang jatuh ke saluran air, dan membuka mobil yang kuncinya tertinggal di dalam kendaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *