Online24,Maros-Abuya Arrasy Hasyim mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Sulawesi Selatan, agar tidak menjadikan jabatan dan pencitraan sebagai tujuan utama dalam bekerja maupun membantu masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Abuya Arrasy saat mengisi tausiyah dalam pengajian rutin bulanan ASN Pemkab Maros di Masjid Baitul Khair, Kompleks Kantor Bupati Maros, Rabu (21/10/2026).
Dalam tausiyah bertema ASN berakhlak dengan meneladani kepemimpinan Umar bin Khattab itu, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan keikhlasan dalam menjalankan amanah.
Abuya Arrasy mengingatkan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan manusia tetap berada dalam pengawasan Allah SWT, baik ketika dilihat orang lain maupun saat tidak ada yang mengawasi.
“Ada atau tidak ada CCTV, Allah tetap tahu apa yang kita kerjakan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan ASN agar tidak saling menjatuhkan ketika menghadapi persoalan di lingkungan kerja. Menurutnya, aparatur pemerintah harus mengedepankan akhlak, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai dalam menjalankan tugas.
Selain itu, Abuya Arrasy menyoroti pentingnya keikhlasan dalam membantu masyarakat. Ia meminta ASN tidak berlebihan memamerkan kepedulian kepada warga yang sedang mengalami kesulitan hanya untuk mendapatkan perhatian publik.
“Kepedulian kepada warga yang mengalami kesulitan seharusnya dilakukan dengan tulus, tanpa harus dipamerkan kepada publik,” tuturnya.
ASN Diminta Tidak Mengeluh soal Jabatan
Dalam kesempatan tersebut, Abuya Arrasy juga mengingatkan ASN agar senantiasa bersyukur atas amanah dan nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Ia meminta aparatur tidak mudah mengeluh hanya karena belum mendapatkan jabatan atau posisi yang diinginkan.
“Kita harus melihat peran pemberi nikmat. Jangan karena kita tidak naik jabatan, kita malah mengeluh,” katanya.
Menurutnya, rasa syukur perlu menjadi bagian dari sikap ASN dalam menjalankan pekerjaan. Dengan begitu, aparatur diharapkan tetap bekerja secara bertanggung jawab tanpa menjadikan jabatan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Abuya Arrasy juga mengajak ASN meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW melalui kepemimpinan Umar bin Khattab.
“Akhlak Umar bin Khattab itu tidak lepas dari akhlak Nabi,” ujarnya.
Chaidir Syam Wajibkan ASN Ikut Pengajian
Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan pengajian rutin bulanan merupakan salah satu upaya membangun karakter ASN agar tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam bekerja, tetapi juga akhlak dan landasan moral yang baik.
Ia mewajibkan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Maros mengikuti kegiatan pengajian tersebut sebagai bagian dari pembinaan rohani aparatur.
“Pengajian ini menjadi sarana siraman rohani bagi ASN agar nilai-nilai agama dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menjalankan tugas pemerintahan dan melayani masyarakat,” kata Chaidir.
Mantan Ketua DPRD Maros itu menegaskan, kemampuan teknis harus diimbangi dengan moral dan akhlak yang baik. Dengan demikian, ASN diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus memahami tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat.
Menurut Chaidir, pengajian juga menjadi ruang bagi ASN untuk memperkuat pemahaman keagamaan dan melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tugas sehari-hari.
Selain mengisi pengajian di lingkungan Pemkab Maros, Abuya Arrasy Hasyim juga mengunjungi sejumlah lokasi di Kabupaten Maros. Di antaranya Masjid Besar Al-Aqsa Moncongloe, Masjid Nurul Iman Bulu-bulu, Pondok Pesantren Yahbon di Kecamatan Camba, dan Masjid Al-Markas.












