Kenaikan Tarif Listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) Jadi Trending Topik

Online24jam, Makassar, – Ramai jadi pembicaraan warganet. Mereka mengeluhkan tagihan listrik mereka yang tiba-tiba melonjak tanpa pemberitahuan.

Padahal, PLN baru saja merilis informasi bahwa pemerintah telah memberikan tarif listrik gratis bagi pelanggan rumah tangga dengan daya listrik RI 450VA, diskon 50 persen bagi pelanggan daya 900 VA subsidi.

Selain itu, pada 1 Mei kemarin PLN juga menginformasikan skema baru penggratisan listrik bagi usaha kecil dengan daya B1/450 VA dan I1/450 VA selama enam bulan.

Kenyataannya warga justru mengaku sejumlah pembayaran mereka mmeningkat. Keluhan demi keluhan ini sangat ramai di Media Sosial bahkan digrup grup WhatsApp. Rata rata mengeluhkan yang sama soal lonjakan pembayaran mereka.

Beberapa diantaranya melaporkan bahwa kenaikan bahkan terjadi hingga berkali-kali lipat.

“Gimana nih min masa listrik 1300 naik 100%, ini mah namanya subsidi silang yang 450 digratisin , yang 1300 dinaikin drastis, bulan ramadhan nih ga takut mati ga khusnul khotimah apa ? Kita yg 1300 ga disubsidi gapapa tapi mbok ya jangan dinaikin 100% gitu dong, semua masyarakat kena dampak corona ga cuma yang 450 doang, benar-benar membebankan rakyat,” tulis seorang warganet di Instagram.

Warganet lainnya juga menumpahkan kekesalan yang sama, terlebih pasca dirinya terkena PHK membuatnya semakin sulit mmembayar listrik

“Gratis sih gratis…. Tapi jangan naikin tarif yg nonsubsidi, itu sama juga membunuh pelan-pelan, sekarang zaman sedang susah, yang terdampak covid-19 itu semua golongan… Kembalikan tarif semula golongam nonsubsidi, itu saja” tulis seorang pengguna Twitter.

Sementara pihak PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar memastikan tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan.

“Kami pastikan tidak ada kenaikan tarif listrik dan harga masih tetap sama sejak tahun 2017,” ujar General Manager PLN UIW Sulselrabar, Ismail Deu.

Menurut Ismail, kalau pun ada peningkatan tagihan listrik, itu disebabkan karena meningkatnya penggunaan masyarakat saat adanya pandemi Covid-19, karena aktifitas masyarakat kini banyak berdiam diri di rumah.

“ Di tengah pandemi ini kan, kebutuhan masyarakat akan listrik bertambah. Peningkatan penggunaan listrik sangat wajar terjadi dengan banyaknya aktifitas di rumah. Biasanya siang hari tidak ada aktifitas, saat ini kita harus bekerja dari rumah, otomatis penggunaan bertambah,” terangnya.

Olehnya itu diimbau kepada pelanggan mulai bulan Mei 2020 ini, PLN telah menyiapkan layanan melalui WhatsApp terpusat bagi pelanggan yang ingin melaporkan angka stan dan foto kWh meter. Pelanggan dapat mengirimkan angka stan kWh meter melalui layanan WhatsApp terpusat PLN dengan nomor 08122 123 123. Pelaporan angka stan meter atau di foto sesuai tanggal pencatatan meter masing-masing pelanggan yang akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri melalui WhatsApp.

Laporan dari pelanggan tersebut nantinya akan menjadi dasar perhitungan tagihan listrik setiap bulannya. Pelanggan yang tidak melaporkan angka kWh meter, dasar perhitungan tagihan listrik akan menggunakan perhitungan rata-rata.