Fatmawati Rusdi Bisa Lanjutkan Tradisi di Pilwali Makassar, Selalu Ada Kontestan Perempuan

Wakil Bendahara DPP Partai Nasdem, Hj Fatmawati Rusdi

Online24, Makassar – Wakil Bendahara DPP Partai Nasdem Hj Fatmawati Rusdi, memungkinkan menjadi satu-satunya figur perempuan yang maju di Pilwali Makassar 9 Desember 2020 mendatang.

Pasalnya sejauh ini, belum ada figur perempuan yang santer diwacanakan maju bertarung di Makassar, baik di posisi kandidat walikota maupun wakil walikota. Sehingga, kemunculan nama Fatmawati bisa menjadi salah satu opsi.

Apalagi, istri dari Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse (RMS), dikenal punya kompetensi dan pengalaman memadai untuk duduk di pemerintahan. Mengingat, ia pernah menjadi anggota DPR RI, dan punya jaringan yang tergolong luas hingga di level nasional.

“Lebih bagus lagi kalau ada figur perempuan maju di Makassar. Kan beberapa perhelatan sebelumnya, selalu ada figur perempuan maju di Makassar,” kata salah aktivis mahasiswa, Nurul Astuti, Minggu, 21 Juni 2020.

Mahasiswa semester akhir di perguruan tinggi negeri di Makassar ini, menuturkan, figur perempuan tak boleh dipandang sebelah mata di setiap kontestasi politik. Sudah semestinya selalu diberikan ruang menjadi pemimpin.

“Banyak figur perempuan yang terpilih menjadi pemimpin, itu punya sentuhan dan kepemimpinan yang tergolong bagus. Misal Walikota Surabaya Ibu Risma, itu banyak perubahan selama memimpin kota itu,” paparnya.

Karena itu, Nurul yang aktif dibeberapa komunitas, sangat sepakat bila Fatmawati Rusdi maju di Makassar, apakah kandidat walikota atau wakil. Termasuk figur perempuan lainnya yang punya kapasitas mumpuni.

Untuk diketahui, semenjak Pilkada langsung digelar di Kota Makassar, figur perempuan selalu tampil menjadi kontestan. Seperti di Pilkada 2010, Pilkada 2015, dan Pilkada 2018.

Khusus di 2018, ada dua nama yang menjadi kontestan. Masing-masing, Indira Mulyasari yang sempat berpasangan dengan Danny Pomanto sebelum didiskualifikasi. Sedangkan, Rachmatika Dewi, maju mendampingi Munafri Arifuddin. Hanya saja, duet Munafri-Rachmatika tidak terpilih, karena persentase suaranya lebih rendah dibanding kolom kosong. (*)