Pasar Bacan Tempat Berbaurnya Ragam Etnis

Pasar Bacan di Jln. Bacan, Makassar.

Online24jam, Makassar, – Pasar Bacan atau lebih dikenal sebagai Pasar Pecinan, letaknya berada di Jln. Bacan, Kelurahan Melayu Baru, Kecamatan Wajo, Kota Makassar. Tidak jauh dari Pelabuhan Makassar. Dulunya juga disebut sebagai Pintu Dua.

Tidak begitu banyak yang mengetahui bagaimana sejarah terbentuknya Pasar yang hanya mempunyai luas 200 meter tersebut. Orang hanya tau lagu yang dulu viral di masa itu ialah Pasara Cinaya Babi Takgentung. Itu diera tahun 80 an. Dimana warga sering nyanyikan lagu itu.

Salah seorang warga bernama Wannam Latif, merupakan penduduk yang lahir dan besar di jln Bacan menuturkan bahwa Bacan sendiri berarti Makanan Can (Kue Can) yang mirip Burasa tapi mempunyai isi daging. Biasanya dikalangan masyarakat Tionghoa berisi daging Babi dan untuk Muslim berisi daging Sapi.

“Bacan itu kue Can. Dulu di sini banyak dijual jenisnya mirip burasa kalau orang Makassar bilang.” Tutur pria yang lahir tahun 1965 ini.

Wannam mengatakan ketika ia lahir, Pasar ini memang sudah ada sejak lama. Diperkirakan tahun 40an.

“saya saja lahir pasar ini sudah diperkirakan sudah ada 10 tahunan.” katanya.

Dijelaskan bahwa sebelumnya pasar ini berpindah pindah tempat tapi masih dalam lokasi pecinan. Awalnya cuma penjual makanan khas warga Tionghoa tapi lama kelamaan berbaur bersama pedagang dari luar warga pribumi. Jadilah pasar tumbuh hingga sekarang. Bahkan kini jumlah pedagang yang ada mencapai 150 orang. Terdiri dari pedagang sayuran, ikan, ayam dan kebutihan pokok lainnya.

” Dulu itu cuma jualan makan khas warga Tionghoa. Ada kue Mangkok, Makanan Can, Dodol, kue Kura dan Bakpao. Tapi karena banyak penduduk lain ikut jualan, bercampur mi.” terang Wannam.

Salah seorang warga Tionghoa yang membeli jajanan kue di Pasar Bacan.

Meski demikian pedagang di Pasar Bacan ini toleransi antar umat dengan beragam etnik suku dan agamanya, tidak membuat mereka saling berseberangan atau saling berselisih.

“Kita di sini cukup berbaur satu sama lain, tidak ada dibeda bedakan. Kita fokus satu tujuan, cari uang untuk hidup.” tegasnya.

Tidak heran jika Pasar Bacan adalah termasuk salah satu pasar tradisional tertua yang ada di Makassar. Uniknya karena banyak warga Tionghoa yang bermukin di tempat itu. Dan juga ikut berjualan. Termasuk yang khas adalah penjualan daging celeng.

Biasanya jualan khas lainnya yang mencerminkan budaya Tionghoa akan bermunculan pada saat perayaan-perayaan Imlek atau Cap Go Meh. Nah, Anda penasaran? Datanglah ke Pasar Bacan. Letaknya berbatasan dengan jalan Sangir dan Jalan Lembeh. Utara kota Makassar.