Maros Masuk Daerah Rawan “Serangan Fajar”, Tim Hukum Maros Unggul Minta Bawaslu Kerja Serius

dprd-makassar

Online24, Maros – Tim hukum pasangan calon bupati dan wakil bupati Andi Harmil Mattotorang dan Andi Ilham Nadjamuddin mendesak kepada Bawaslu kab.maros untuk tidak main-main dalam bekerja di masa tenang ini. Khususnya dalam mengawasi praktek money politik atau dikenal dengan istilah “serangan fajar’.

Ketua tim hukum Maros unggul Muhammad Yunus meminta kepada teman teman Bawaslu yang bekerja di lapangan untuk lebih agresif mengawasi sepak terjang tim sukses di masyarakat.

” Di masa tenang ini Jangan sampai praktek serangan fajar ini lolos dari pengawasan bawaslu, karena waktu waktu seperti ini rawan terjadi”, desak Yunus.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini percaya kepada Bawaslu dapat melakukan tugasnya dengan baik. Kesuksesan jalannya pilkada kab. Maros ada di tangan Bawaslu jika mampu melakukan pengawasan ketat kepada money politik.

” Jangan sampai kerja keras Paslon dalam meraih simpati masyarakat melalui program yang baik, rusak seketika gara gara serangan fajar”, pungkas Yunus.

Sebelumnya Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) merilis data kerawanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 270 daerah yang menyelenggarakan pemilihan berada pada titik rawan tinggi dan rawan sedang. Di Sulawesi Selatan, berdasarkan Indeks Kerawanan Pilkada (IKP) 2020 Kabupaten/Kota hingga Sabtu (5/12/2020) Maros merupakan daerah rawan politik uang bersama kab. Bulukumba.

Mulai (5/12/2020) Bawaslu membentuk tim patroli pengawasan anti politik uang untuk memastikan agar masyarakat bersama-sama mengawal dan mengontrol jangan sampai terjadi transaksi politik uang.

Bahkan Jajaran pengawas di tingkat bawah diminta mengurangi jam tidur.

” Kurangi jam tidur agar bisa mencegah dan melakukan pengawasan rutin, (pengawas) maksimalkan kerja sehingga mengajak masyarakat untuk mengawasi proses demokrasi”, ungkap Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad.