Makassar Siapkan Pembangkit Listrik dari Sampah, Targetkan 25 Megawatt per Hari

Pengelolaan Sampah

Regional2 Views
banner 468x60

Online24jam,Makassar, — Pemerintah Kota Makassar terus mempercepat realisasi pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah (waste to energy) sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus sumber energi baru. Proyek ini direncanakan berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa dan ditargetkan mampu menghasilkan listrik hingga 20–25 megawatt.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden terkait percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik.
Ia mengungkapkan, langkah awal yang dilakukan adalah mengakhiri perjanjian kerja sama dengan pemenang tender sebelumnya, kemudian menyiapkan lahan baru untuk pembangunan.

“Pemerintah Kota menyiapkan lahan sekitar 7 hektar yang dipilih di TPA Tamangapa. Kenapa di sana? Karena 20 sampai 25 persen sampah yang ada masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku tambahan,” ujarnya.

Potensi Sampah Jadi Energi
Menurut Munafri, volume sampah di Makassar mencapai sekitar 800 ton per hari. Namun, kapasitas pengangkutan saat ini baru mencapai sekitar 67 persen, sehingga masih ada potensi besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Dengan sistem aglomerasi bersama daerah sekitar, kapasitas sampah yang diolah ditargetkan bisa mencapai 1.000 ton per hari. Dari jumlah tersebut, potensi listrik yang dihasilkan diperkirakan mencapai 20 hingga 25 megawatt, tergantung kualitas sampah.

“Output-nya itu bisa menghasilkan sekitar 20 sampai 25 megawatt listrik dari 1.000 ton sampah per hari,” jelasnya.

Gunakan Teknologi Modern dan Ramah Lingkungan
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait dampak lingkungan, Munafri memastikan bahwa teknologi yang digunakan merupakan teknologi modern yang telah teruji.

“Ini pembangkit listrik yang sudah proven, tidak mungkin pemerintah membangun kalau tidak aman. Ini hanya pabriknya saja di lokasi, sementara distribusi listriknya tetap melalui jaringan PLN,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa proyek ini tidak akan menjadikan kawasan Tamangapa sebagai kawasan industri berat yang berpotensi menimbulkan polusi berlebih.

Investasi Capai Rp3 Triliun
Proyek strategis ini diperkirakan menelan investasi hingga Rp3 triliun, yang didukung oleh pihak pemenang tender bersama DanaTara. Skema pendanaan juga mencakup subsidi biaya listrik sekitar 20 sen per kWh.
Terkait kesiapan lahan, Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan sekitar 10 hektar area, yang nantinya akan dipetakan menjadi 7 hektar untuk kebutuhan pembangunan utama. Proses pembebasan lahan tambahan juga akan dilakukan sesuai kebutuhan.

Solusi Berkelanjutan untuk Kota
Pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di Makassar, sekaligus mendukung transisi menuju energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Dengan optimalisasi pengelolaan sampah dan peningkatan kapasitas angkut, Makassar berpeluang tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *