Online24,Makassar – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bakal menghadirkan panggung seni budaya di area ruang tunggu penumpang. Program ini memberi kesempatan bagi sanggar seni dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan untuk tampil secara gratis di bandara.
Pertunjukan budaya tersebut rencananya digelar rutin dengan melibatkan kelompok seni dari berbagai daerah. Penumpang nantinya dapat menikmati penampilan tari dan musik tradisional saat menunggu jadwal penerbangan.
General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Ruly Artha mengatakan program tersebut merupakan bentuk dukungan bandara terhadap pelestarian budaya lokal.
“Ini bagian dari komitmen kami sebagai pengelola bandara untuk memberikan spot bagi teman-teman sanggar maupun kelompok seni budaya dari seluruh kabupaten agar bisa tampil di bandara,” kata Ruly saat ditemui di ruang tunggu bandara.
Menurutnya, keberadaan panggung budaya diharapkan mampu menciptakan suasana berbeda bagi pengguna jasa bandara. Selain itu, pertunjukan seni juga dinilai dapat menjadi daya tarik wisata bagi pengunjung yang datang ke Sulawesi Selatan.
“Kami ingin memberikan warna di bandara agar menciptakan kenyamanan dan ambience bagi pengguna jasa,” ujarnya.
Ruly menegaskan pihak bandara tidak memungut biaya bagi sanggar yang ingin tampil. Sanggar seni cukup berkoordinasi dengan tim Customer Experience atau CX Bandara Sultan Hasanuddin.
“Kami terbuka, siapa pun yang ingin tampil di bandara akan kami siapkan etalase dan panggungnya,” jelasnya.
Meski belum memiliki jadwal tetap, pihak bandara berharap setiap bulan ada penampilan seni dari kabupaten berbeda di Sulawesi Selatan.
“Harapannya setiap satu bulan sekali seluruh kabupaten bisa masuk ke bandara untuk menampilkan seninya,” tambah Ruly.
Dalam kesempatan tersebut, pihak bandara juga menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility atau CSR senilai Rp 15 juta kepada komunitas seni budaya.
Dana CSR itu disebut sebagai bagian dari program tahunan untuk mendukung pengembangan komunitas seni di sekitar kawasan bandara.
Anggota DPR RI Komisi VIII, Sri Wulan mengapresiasi program panggung budaya yang diinisiasi Bandara Sultan Hasanuddin.
“Ini kegiatan yang luar biasa dan harus dilestarikan. Bandara-bandara lain juga bisa menampilkan budaya daerahnya masing-masing,” ujarnya.
Sri Wulan menilai pertunjukan budaya di bandara bukan hanya menjadi hiburan bagi penumpang, tetapi juga dapat menjadi sarana promosi wisata dan pelestarian budaya daerah.
“Ini bisa jadi penarik wisata sehingga orang luar tahu bahwa kita punya banyak budaya yang harus ditampilkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Seni Budaya Pajaga Ada, Syarifah Silviana mengatakan bantuan CSR yang diterima akan digunakan untuk pengadaan kostum dan alat kesenian.
“Ini akan digunakan untuk pengadaan kostum kembali dan alat untuk menunjang karya-karya selanjutnya,” ujarnya.
Ia menyebut sanggarnya yang berbasis di Kabupaten Maros memiliki sekitar 50 anggota aktif. Ke depan, sanggarnya dijadwalkan tampil rutin setiap bulan di Bandara Sultan Hasanuddin.
“Nantinya kami akan tampil sekali sebulan,” tutupnya.

















