Tenripada, Kisah Cinta yang Berakhir Tragis karena Dendam

Online24jam, Makassar, – Paramedia Indonesia dan FTI UMI kembali mempersembahkan film layar lebar dengan konten lokal. Yang mengangkat kisah Siri’ dendam lama antar dua keluarga.

Diawali dari permusuhan antara orangtua yang kemudian itu ditularkan kepada anak-anak mereka. Dimana ayah (Rahmat Sony) dari Baso Amir menaruh dendam karena keluarganya dibantai oleh tetangganya. Karena persoalan tanah.

Singkat cerita, kedua anak dari dua belah pihak yang berseteru itu dipindahkan ke kota dengan harapan mereka terhindar dari dendam lama orangtua mereka. Namun naas, keduanya rupanya saling jatuh cinta tatkala keduanya tumbuh dewasa. Meski akhirnya mereka kembali terbawa arus oleh dendam lama dan berakhir tragis. Melati alias Tenripada (Jeihan Dun) mengetahui bahwa Syamsir alias Baso Amir (Reza Pahlevi) adalah anak dari musuh orangtuanya yang harus dihindari. Tapi nasi sudah menjadi bubur, untuk mengakhiri hubungan itu mereka diperhadapakan antara cinta dan dendam.

Rere Art2tonic selaku sutradara ternyata cukup jeli dalam mempermainkan emosi penonton. Diakhir cerita, penonton digiring pada kematian kedua sepasang kekasih kasmaran tersebut diluar prediksi. Dimana keduanya berakhir tragis justru bukan karena mereka saling membunuh.

“Pesan moralnya “Tidak ada pemenang dalam dendam, kalah jadi arang menang jadi abu” dendam tidak ada habisnya dan dia tetap hidup.” ujar Rere usai pertunjukan Gala primer di CGV Mall Panakkukang, Minggu 08-03-2020.

Salah satu cuplikan dalam film Tenripada

Film ini merupakan paduan dari tiga film yakni Terlambat, Ayah dan Tenripada. Yang diserap dari banyak hal yang terjadi di tengah masyarakat.

Film ini nantinya akan tampil di 35 layar selain Makassar juga hadir Magelang, Bengkulu, Palembang, Solo dan Batam.

Sementara Sakir Sabara selaku Produser mengatakan, “Sebenarnya ini adalah soft campaign yang mengangkat budaya lokal. Tenripada ini kan soal Siri’ kami coba beri edukasi pada generasi millenial tentang Siri’ lewat film.”

Korelasinya dengan FTI UMI, Sakir Sabara mengatakan bahwa kampus itu harus keluar dari menara gading. “Jangan kaku, harus bisa menghargai segala kreatifitas sekecil apapun. Apalagi jurusan tehnik itu setiap harinya berhadapan dengan hal keras maka harus dilembutkan dengan seni.” pungkas Zakir Sabara H. Wata yang merupakan Dekan FTI UMI sebagai Sponsor Film Tenripada.