Penandatanganan Kerja Sama PSEL, Sulsel Dorong Sampah Jadi Energi Listrik

Pengolahan Sampah

Regional1679 Views
banner 468x60

Online24jam, Makassar, 3 April 2026 — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar penandatanganan perjanjian kerja sama pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Makassar, Bupati Maros, dan Bupati Gowa.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa solusi tercepat dalam penanganan sampah saat ini adalah melalui skema waste to energy. Hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109. Namun, ia menekankan bahwa penanganan sampah tidak boleh hanya berfokus di hilir.

“Bapak Presiden mengingatkan bahwa kondisi TPA kita rata-rata sudah berumur 17 tahun dan hanya memiliki sisa usia sekitar tiga tahun. Karena itu, penanganan di hulu harus diperkuat untuk mengurangi beban di hilir,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih tingginya praktik open dumping di Indonesia yang mencapai 66 persen TPA, termasuk di Sulawesi Selatan. Pemerintah menargetkan pada 2026 seluruh TPA di Indonesia harus menghentikan praktik tersebut demi mencegah dampak lingkungan dan risiko keselamatan.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung program nasional Gerakan Indonesia Asri (ASRI). Ia memastikan kesiapan daerah dalam menyuplai kebutuhan sampah untuk operasional PSEL.

“Penandatanganan ini menjadi komitmen bersama agar suplai sampah ke pabrik pengolahan terpenuhi. Ke depan, edukasi dan perubahan budaya masyarakat dalam pengelolaan sampah juga menjadi kunci,” ungkapnya.

Gubernur juga menambahkan, penggunaan teknologi insinerator tetap harus memenuhi standar lingkungan, termasuk sistem dua ruang pembakaran (dual chamber) untuk menjaga suhu di atas 800 derajat Celsius guna mencegah emisi berbahaya seperti dioksin dan furan.

Melalui kerja sama ini, diharapkan pengelolaan sampah di Sulawesi Selatan menjadi lebih terintegrasi, tidak hanya mengurangi timbunan, tetapi juga menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *